Jauh Sebelum
Ingin kembali bermain ke sana.
Lapangan luas
dengan tumpukan sampah menggunung.
Entah mengapa kita
tak pernah begitu terganggu dengan baunya.
Ketika kerumitan masih sebatas tumit.
Paling-paling, soal alasan apa yang akan diberikan
kalau pulang terlambat ke rumah.
Aku pernah memberi mu
seulir gelang manik warna-warni
dan kau menukarnya dengan
gambar boneka kesayangan,
yang waktu itu, belum bisa kau miliki.
begitu mudahnya menjadi dekat
berbicara tentang apa saja
bersentuh tanpa canggung
ingin kembali.
ke sana,
jauh sebelum tersesat.
19.11.10
17.11.10
dari blog temansekamar,
http://lovingindonesia.blogspot.com/2010/07/tujuh-terpikat-masuk-perangkap.html
salah satu alasan, dari
Saya cinta Indonesia karena...
inspirasi, kopi dan spiritualitas yang diapresiasi.
Ismail Marzuki pernah menulis salah satu lagu terindah yang berjudul "Juwita Malam". Lagu ini bisa (dan pernah) dinyanyikan tanpa batasan genre, mulai dari pop, keroncong, sampai jazz. Liriknya bercerita tentang harapan bertemu lagi dengan seseorang yang istimewa suatu saat nanti, in a romantic but not disgusting kind of way**. Gue suka sekali sama lagu ini.
Ismail Marzuki adalah salah satu seniman terhebat yang pernah dimiliki Indonesia, tetapi bukan hanya beliau yang pantas mendapat rasa hormat dan kagum. Pramoedya Ananta Toer, N.H Dini, Seno Gumira Ajidarma, Lilis Suryani, Remy Silado, Henk Ngantung, dan Sapardi Djoko Damono mengajarkan berbagai hal ke gue lewat karya-karya mereka. Karena mereka lah gue bangga menjadi salah satu orang yang lahir di Indonesia, negara tempat mereka hidup dan berkarya.
Kalau banyak orang mencintai Indonesia karena makanan-makanannya, gue punya alasan lain, yaitu karena Indonesia adalah rumah dari berbagai minuman, dari yang sehat sampai yang 100% kadar alkoholnya! YEAAAH! Tapi, kopi Indonesia yang paling top. Kalau ada uang lebih, gue bahkan sudah berpikir untuk mencoba seluruh kopi dari sepelataran Nusantara suatu hari nanti. Sampai sejauh ini yang pernah gue cicipi adalah Kopi Aceh, Bali, Toraja dan Jawa. Soal merek, 'Kapal Api' adalah yang paling mewakili Indonesia... It's good!
Terakhir, namun teramat penting. Gue cinta Indonesia karena keragaman dalam hal spiritualitas. Gue merasa sangat beruntung karena lahir di negara di mana spiritualitas bukan sesuatu yang aneh.
*Judul diambil dari lirik lagu Juwita Malam karya Ismail Marzuki
** terinspirasi dari lirik lagu milik grup musik Phoenix 'Lisztomania'
Patricia Adele
disunting oleh: Andini Haryani.
http://lovingindonesia.blogspot.com/2010/07/tujuh-terpikat-masuk-perangkap.html
salah satu alasan, dari
-Proyek 30 Alasan Mencintai Indonesia-
Tujuh: Terpikat Masuk Perangkap*
7 (Tujuh)Saya cinta Indonesia karena...
inspirasi, kopi dan spiritualitas yang diapresiasi.
Ismail Marzuki pernah menulis salah satu lagu terindah yang berjudul "Juwita Malam". Lagu ini bisa (dan pernah) dinyanyikan tanpa batasan genre, mulai dari pop, keroncong, sampai jazz. Liriknya bercerita tentang harapan bertemu lagi dengan seseorang yang istimewa suatu saat nanti, in a romantic but not disgusting kind of way**. Gue suka sekali sama lagu ini.
Ismail Marzuki adalah salah satu seniman terhebat yang pernah dimiliki Indonesia, tetapi bukan hanya beliau yang pantas mendapat rasa hormat dan kagum. Pramoedya Ananta Toer, N.H Dini, Seno Gumira Ajidarma, Lilis Suryani, Remy Silado, Henk Ngantung, dan Sapardi Djoko Damono mengajarkan berbagai hal ke gue lewat karya-karya mereka. Karena mereka lah gue bangga menjadi salah satu orang yang lahir di Indonesia, negara tempat mereka hidup dan berkarya.
Kalau banyak orang mencintai Indonesia karena makanan-makanannya, gue punya alasan lain, yaitu karena Indonesia adalah rumah dari berbagai minuman, dari yang sehat sampai yang 100% kadar alkoholnya! YEAAAH! Tapi, kopi Indonesia yang paling top. Kalau ada uang lebih, gue bahkan sudah berpikir untuk mencoba seluruh kopi dari sepelataran Nusantara suatu hari nanti. Sampai sejauh ini yang pernah gue cicipi adalah Kopi Aceh, Bali, Toraja dan Jawa. Soal merek, 'Kapal Api' adalah yang paling mewakili Indonesia... It's good!
Terakhir, namun teramat penting. Gue cinta Indonesia karena keragaman dalam hal spiritualitas. Gue merasa sangat beruntung karena lahir di negara di mana spiritualitas bukan sesuatu yang aneh.
*Judul diambil dari lirik lagu Juwita Malam karya Ismail Marzuki
** terinspirasi dari lirik lagu milik grup musik Phoenix 'Lisztomania'
Patricia Adele
disunting oleh: Andini Haryani.
Mengenai Andini Haryani
Beliau adalah seorang teman baik yang sangat dekat di hati.
Penulis muda berbakat
Pemilik blog: http://lovingindonesia.blogspot.com
16.11.10
terhitung masuk.
her heart they're questioning, is not less content than theirs.
the numbness is just part of it.
the awkwardness is plain blunt default she had to offer.
to keep the love alive.
there is no other point.
terbiasa menunggu orang kembali pulang.
mendengarkan mereka bercerita tentang kisah-kisah perjalanan.
terbiasa akan sesuatu itu merupakan proses panjang.
sayangnya, tak jarang arogansi tengah terbalut rapih
oleh kerendahan hati yang dibuat-buat.
pun itu, masih terhitung upaya untuk berdamai.
sebaliknya, mempertanyakan ketulusan
merupakan salah satu bentuk arogansi tingkat supra.
aku terhitung di dalamnya.
begitu cepat resah pada keadaan.
padahal, mengenai menjalani hidup,
pengetahuan ku hanya sekelas makanan cepat saji.
her heart they're questioning, is not less content than theirs.
the numbness is just part of it.
the awkwardness is plain blunt default she had to offer.
to keep the love alive.
there is no other point.
terbiasa menunggu orang kembali pulang.
mendengarkan mereka bercerita tentang kisah-kisah perjalanan.
terbiasa akan sesuatu itu merupakan proses panjang.
sayangnya, tak jarang arogansi tengah terbalut rapih
oleh kerendahan hati yang dibuat-buat.
pun itu, masih terhitung upaya untuk berdamai.
sebaliknya, mempertanyakan ketulusan
merupakan salah satu bentuk arogansi tingkat supra.
aku terhitung di dalamnya.
begitu cepat resah pada keadaan.
padahal, mengenai menjalani hidup,
pengetahuan ku hanya sekelas makanan cepat saji.
3.11.10
On Vast Sands of the Sea
We'll no longer be talking about the weather.
On the realms, My Apollo.
You pearl..







