Seandainya waktu di bentang ini cukup
untuk mengungkap satu per satu
segala pikir dan rasa
yang susah payah kuredam.
Kadang mereka terlepas dari daya.
Jatuh berupa tetes-tetes laku yang tak terkendali liar. Namun kau seperti berani menampungnya. Entah untuk apa.
Mungkin sejak awal
aku takluk pada keberanian itu.
Ingin sekali berlama-lama
mengamati alirmu deras.
Yang kadang terlihat seperti tenang, kadang menghempas.