Gadis Kecil Pinggir Jalan
by Serendipity Rooms
on Saturday, 13 November 2010 at 23:48
on Saturday, 13 November 2010 at 23:48
Seruni bertanya ringan,
tentang udara yang sedikit lebih lega dihirup
sore itu. Bau karbon dan rasa sesak yang biasanya
di seperempat area jalan sudirman
tengah berkurang.
Seruni bertanya lagi,
tentang seragam hujan para aparat
yang berbeda dari biasanya.
Hijau apel warnanya, masih kontras,
dengan potongan berbeda
dari seragam hujan sebelumnya.
Jalanan yang kosong melompong,
tiba-tiba dilewati iring-iringan bersirene.
Salah satu mobilnya, ada yang menggunakan plat nomor berbeda, dengan dua bendera asing di kiri dan kanan kap mesin.
Seruni tidak bertanya apapun mengenai itu.
Mungkin hal tersebut justru tak asing baginya.
Seruni hanya sempat tertegun
dan lantas teringat sesuatu.
Ia berlari ke salah satu pinggiran gedung,
tak jauh. Di situ di antara gedung, ada celah dengan aliran sungai kecil,
tempat Ia dan Ayah Ibunya tinggal.
Di bawah payung-payung yang pingir-pinggirnya telah coak. Lemari penyimpanan mereka, adalah gerobak dari besi.
Seruni kemudian kembali lagi
dan bertanya tentang apakah aku melihat payung-payung, atau gerobak besi yang tadinya di sana, sembari tangannya mengunjuk ke arah celah-celah gedung beraliran sungai kecil tadi.
Tak puas dengan jawabanku,
Ia berjalan lunglai mencari-cari,
sambil sesekali menyerukan kata Ibu
dan Ayah, bergantian.
-p,131110